WISUDA
Disclaimer
: Masashi Kishimoto
Pairing
: SasuSaku
Author
: Rieciella Phantomhive (Ryselda Regiana)
Jalan
cerita ini murni pemikiran saya sendiri.
Hargai
sang penulis dan jangan asal copas ya.
Don’t
Like Don’t Read J
Sakura
POV
Perkenalkan,
aku Haruno Sakura. Anak tunggal dari pasangan Mebuki dan Kizashi Haruno. Aku
tinggal di Konoha. Aku mahasiswa jurusan kedokteran semester tujuh di salah
satu perguruan tinggi swasta Konoha. Sekarang ini pasti kalian melihatku sedang
merengut sebal. Tidak, tidak. Bukan karena aku pusing dengan segala tugas
kuliah dan semacamnya. Tapi aku merengut sebal karena orang itu. Orang yang
seenaknya mengajakku ke rumahnya lalu aku diacuhkan sedangkan dia asik dengan
game sialan itu. Lelaki yang berambut pantat ayam menyebalkan yang dengan
sialannya seksi minta ampun. Namanya Sasuke Uchiha. Anak bungsu dari pasangan
Mikoto dan Fugaku Uchiha.
“Sasuke-kuuuuuuuun~”
panggilku.
Dan Sasuke tidak
bergerak sama sekali. Oh sial ingin sekali kujambak rambutnya itu.
“Sasuke-kuuuuun
jeleeek~!!!” makiku.
Dan
dia sama sekali tidak bergeming dari game terkutuk itu. Tenang Sakura, tarik
napas lalu hebuskan. Kau harus bersabar berteman dengan anak ayam. Oh kurasa
aku mulai gila bicara dengan batinku sendiri.
“PANTAT
AYAM~!!!!!!” teriakku.
“Berisik!
Dasar perempuan menyebalkan” Jawabnya.
Oh akhirnya aku
mendapatkan perhatiannya.
“ne
ne Sasuke~ kau wisuda tangal 26 bulan ini kan?” tanyaku.
“Hn”
Sabar
Sakura sabar. Oh kalian bertanya Sasuke kuliah dimana dan jurusan apa? Hm, dia
anak manajemen bisnis dan berkuliah di perguruan tinggi favorit dan terkeren di
Konoha. Salahkan lah otaknya yang terlampau pintar dan bisa lulus hanya 3,5
tahun. Jangan lupa dia lulus dengan title comlude. Betapa kami-sama sungguh
tidak adil. Sudah tampan, pintar pula dan jangan lupa kekayaannya. Jangan
dipertanyakan. Kalau kau tau Uchiha pasti sudah tau seberapa kaya mereka.
Kalian bilang aku beruntung? Ya benar aku sunguh sangat beruntung punya temen
masa kecil sepertinya haha. Cukup sudah aku berbicara dengan batinku sendiri.
Aku benar-benar gila.
“Berencana
membawa perempuan ke wisuda?” tanyaku.
“Untuk?”
dan pertanyaanku dijawab dengan pertanyaan.
Aku tidak lagi ingin
tebak-tebakkan denganmu Sasuke.
“Ya
untuk pendamping dan foto bareng Sasukeeeee~ untuk apalagi~???” rengekku.
“…….”
Sasuke diam.
Jangan-jangan……… oh
tidak hati-ku belum siap.
“Ada…”
jawabnya singkat.
Oh
tidak, oh tidak, oh tidak…………..
Jangan menangis Sakura.
Batinku menguatkan.
“Siapa?” oh bodohnya aku. Mulut sialan ini. Aku tidak mau
mendengar nama perempuan yang dibawa Sasuke ke wisudanya. TIDAK MAU!!
“Kaa-san….” Jawabnya tenang.
“…………..”
“…………..”
“…………...”
“…………...”
ASTAGA!!!! Sasuke kau berhasil membuatku
jantungan!!! Ku lempar bantal itu ke mukanya yang rupawan. Dan dapat kulihat dia
menggeram kesal saat melihat tulisan “You Lose” pada layar TV LCD itu.
“KU KIRA KAU SERIUS BAKAAAAA!!!” teriakku.
Dan si
muka-tampan-nan-rupawan-yang-menyebalkan itu hanya menyeringai tidak jelas. Cih
aku tertipu. Untung aku tidak menangis tadi.
“Kau harus membawa gadis Sasuke~ masa sang pangeran
pujaan semua orang datang sendirian ke wisuda tanpa didampingi kekasih. Hahaha
menggelikan” ejekku.
“hm~~~~ kalau begitu…..” ucap Sasuke menggantung. Dia
berjalan mendekatikku.
“Ada apa?” tanyakku.
Entah
kenapa aku tiba-tiba gugup. Oh jantung berhentilah! ……. Eh jangan!! Kalau
berhenti berarti aku mati dong?! Aku belum wisuda dan punya pacar kami-sama.
Oke batinku mulai ngawur dan aku tidak menyadari Sasuke sudah berada tepat
didepanku dan memegang tanganku. Memegang tanganku saudara-saudara!!. Aku mulai
heboh sendiri.
Tanganku
yang digenggam Sasuke menghangat. Dan seperti sebuah virus, kehangatan mulai
menjalar sampai ke pipiku.
“Kalau
begitu…. Maukah kau jadi gadis beruntung itu. Gadis yang mendampingi pangeran
pujaan semua orang untung datang ke acara wisudanya?” tanyanya dengan senyum
yang sungguh sialannya menawan.
Oh
sial jantungku berdetak sangat cepat. Kalau begini aku matipun tak apa-apa. Eh
nanti kalau aku mati siapa yang mendampingi Sasuke?
“Sakura?
Sakuraaaa?!!” panggil Sasuke yang menyadarkanku dari imajinasi gilaku.
“Hah?
Apa Sasuke?” oh kami-sama sepertinya tiba-tiba otakku tidak berjalan
semestinya.
“Ck!
Aku tau kau tidak tuli Sakura” kata Sasuke sebal.
“Dasar
pantat ayam tidak romantis!!!” bibirku mengerucut karena kesal dengan caranya
mengajak yang oh sangat tidak romantis dan malah terkesan sungguh angkuh itu.
“Hn”
dan hanya dijawab dengan kata ambigu itu.
“Baiklah
Sasuke~ aku mauuuu~” jawabku dengan senyum cerah.
Aku
langsung menerjang Sasuke dengan pelukan erat. Sungguh aku senang skali hehehe.
Di otakku mulai berkeliaran rencana harus memakai baju seperti apa, warna apa,
riasan yang bagaimana. Ah pokoknya senang. Tiba-tiba Sasuke melepaskan
pelukkanku. Kenapa? Aku kan sedang senang memeluknya. Aku merengut –lagi-.
“Sakura
kau bau” ujarnya sambil menyeringai.
“……………………
SASUKE PANTAT AYAM BODOOOOH!!!” dan teriakanku menggema di kamar Sasuke.
Salahnya sendiri menyeretkku pagi-pagi ke rumahnya tanpa sempat mandi. Tapi kan
aku sudah cuci muka dan gosok gigi. Dasar pantat ayam menyebalkan.
Inilah
kisahku sebelum wisuda dengan teman masa kecilku yang menyebalkan tetapi
tampannya minta ampun itu. Menjengkelkan tapi manis. Bagaimana dengan kisahmu?
OWARI J
0 komentar: