Siapa yang tidak kenal Sherlock Holmes, karakter fiktif paling tersohor dari ranah sastra Inggris? Inilah konsultan detektif paling terkenal di dunia, yang berhasil tercatat dalam Guinness World of Records sebagai “karakter yang paling banyak dimainkan di film,” dengan total 75 aktor yang pernah memerankannya!
“Nama saya adalah Sherlock Holmes. Mengetahui apa yang orang lain tidak ketahui adalah urusan saya.”
itu adalah salah satu kutipan Sherlock Holmes yang paling saya suka hehe.
oke sekarang kita mulai mendalami siapa sih sherlock holmes itu? Dan kenapa ada karakter fiktif yang bernama Sherlock Holmes?
Sherlock Holmes adalah buah karya penulis Skotlandia, Sir Arthur Conan Doyle, yang menciptakan profesi konsultan detektif pertama di dunia. Detektif yang satu ini dikenal jenius, logis, jago menyamar, pengamat yang hebat, dan ahli penyimpulan deduktif, yang berarti menarik kesimpulan umum dari hal-hal kecil. Menurut pengakuan Doyle, karakter tersebut terinspirasi dari Dr. Joseph Bell, dosennya saat kuliah kedokteran. Total, kisah Sherlock Holmes ditulis dalam bentuk empat novel, yaitu A Study in Scarlet, The Sign of The Four, The Hound os the Baskervilles, dan The Valley of Fear, serta 56 cerita pendek yang diterbitkan dalam lima antologi, yaitu The Adventures of Sherlock Holmes, The Memoirs of Sherlock Holmes, The Return of Sherlock Holmes, His Last Bow, dan The Case-Book of Sherlock Holmes.
Jumat, 18 April 2014
Kemunculan Sherlock Holmes pertama kali adalah pada tahun 1887 dalam novel A Study in Scarlet. Ketika itu, usia Doyle baru 28 tahun, dan karyanya tersebut dipandang para kritikus sebagai karya latihan, karena struktur dan gaya tulisannya yang belum stabil. Namun novel ini tetap menjadi karya sastra paling berpengaruh dari abad ke-19. Sebelumnya, naskah novel tersebut sempat ditolak sejumlah penerbit. Baru setelah Ward Lock menerbitkannya, respons publik menggiring Doyle untuk terus menghasilkan kisah Sherlock Holmes. Pada 1891, Doyle memulai kerjasama dengan majalah Strand, yang menerbitkan cerpen tentang Sherlock Holmes selama 25 tahun!
Sebagian besar kisah Sherlock Holmes dituturkan oleh Dr. John H. Watson. Pertemuan mereka terjadi pada 1881, ketika Dr. Watson, yang harus pensiun dini dari militer karena cedera, harus mencari tempat tinggal di London. Dr. Watson berpapasan dengan teman lamanya, Stamford, yang lantas, memperkenalkannya kepada Sherlock Holmes, yang juga sedang mencari teman untuk berbagi sewa apartemen. Tak lama, Sherlock Holmes dan Dr. Watson sepakat menjadi teman seapartemen. Sejak itu pula, Watson menjadi partner Sherlock Holmes dalam memecahkan kasus-kasus yang datang ke tempat praktik mereka : 221B Baker Street.
Watson memiliki dua peran unik dalam hidup Sherlock Holmes, yang digambarkan sebagai penyendiri yang tak punya teman. Pertama adalah sebagai asisten dalam menyelidiki kasus. Kedua, sebagai dokumenter dari kasus-kasus mereka. Pertemanannya dengan Watson adalah hubungan terpenting yang Sherlock Holmes miliki. Dibalik karakternya yang dingin Sherlock Holmes sangat menyayangi sahabatnya itu.
Watson sendiri menggambarkan Sherlock Holmes sebagai pria cerdas yang bohemian. Artinya, meski metode penyelidikan maupun berpikir Sherlock Holmes sangat rapi dan cemerlang, secara pribadi ia eksentrik dan berantakan. Sherlock Holmes juga gemar membuat bingung para polisi yang sulit mengikuti kejeniusannya. Karena itu, Sherlock Holmes kerap dicap arogan, dan menganggap pemecahan kasus sebagai permainan ketimbang aksi menegakkan keadilan.
Oke itulah asal muasal Sherlock Holmes muncul. Setelah saya membahas kemunculan Sherlock Holmes rasanya kurang kalau tidak membahas pencipta Sherlock Holmes. Seperti kacang lupa kulitnya mungkin hahaha ^^ Oke inilah dia jengjeng Arthur Ignatius Conan Doyle /Clap/
Arthur Ignatius Conan Doyle lahir pada 22 Mei 1859, di Edinburgh, Skotlandia, dari keturunan Irlandia. Ayahnya, Charles Altamont Doyle, adalah alkoholik. Keluarga mereka hidup miskin dan tidak terlalu bahagia.
Ketika Doyle berusia 9 tahun, kerabat yang kaya-raya membiayai sekolahnya. Doyle pun belajar di sekolah asrama selama 7 tahun. Jiwanya yang bebas dan cenderung pemberontak tidak menyukai sistem sekolah yang kaku. Untuk menghibur diri, ia mengarang cerita. Banyak teman sekolahnya yang suka mendengarkan cerita-cerita karya Doyle.
Pada 1876 Doyle lulus, namun sang ayah malah masuk rumah sakit jiwa. Doyle pun memutuskan untuk masuk jurusan kedokteran di University of Edinburgh. Di tengah-tengah studi, ia menyempatkan menulis cerpen dan mengirimkannya ke sejumlah media. Doyle berusia 20 tahun ketika ditawari menjadi dokter di kapal Hope yang menuju Kutub Utara. Dalam perjalanan inilah jiwa petualangan Doyle terasah.
Setelah kembali ke Inggris dan lulus sebagai dokter, Doyle membuka praktik di Portsmouth. Perlahan tapi pasti, karier sang dokter muda menanjak. Ia juga mulai membangun keluarga bersama Louisa Hawkins, yang dinikahinya pada 1885. Namun bukan berarti hasratnya untuk menjadi seorang penulis terlupakan begitu saja.
Pada Maret 1886, Doyle mulai menulis novel yang akan melejitkan namanya. Dua tahun kemudian, novel tesebut, A Study in Scarlet, terbit, dan dunia mengenal Sherlock Holmes dan Dr. Watson. Lalu kemudian Sherlock Holmes menjadi legenda dan Doyle pun meninggalkan karier sebagai dokter untuk sepenuhnya berkonsentrasi sebagai penulis.
Tapi tahukah kalian? Conan Doyle ini pernah merasa jenuh sama Sherlock Holmes dan mencoba 'membunuh' Sherlock Holmes loh. Dalam cerpen The Final Problem yang terbit pada 1893, Doyle mempertemukan Sherlock Holmes dengan musuh bebuyutannya, Profesor James Moriarty (Karakter Favorit saya xD ), konsultan kriminal. Di klimaks cerita, mereka berhadapan di Reichenbach Falls, tempat wisata lokal di Swiss, dan bertarung sampai jatuh bersama ke dalam jurang.
Public gempar! Sebanyak 20.000 pembaca membatalkan langganan mereka terhadap majalah Strand untuk menunjukkan protes atas kematian konsultan detektif kesayangan mereka. Akhirnya dengan desakan dari penerbit, Doyle kembali menghidupkan tokohnya dalam The Hound of the Baskervilles. Sejak itu, Doyle kembali menulis tentang Sherlock Holmes selama 24 tahun berikutnya.
Pada Juli 1930, sang pengarang besar ditemukan terjatuh di halaman rumahnya di East Sussex, dengan satu tangan mencengkeram dada kiri. Ia menghembuskan napas terakhir dikelilingi keluarganya, dengan kata-kata terakhir yang ditujukan untuk sang istri, “Engkau Sungguh Indah”. Kata-kata yang juga mencerminkan perjalanan hidup sang pencipta Sherlock Holmes.
Yah berakhir deh kisah sherlock Holmes huhu /cry/
Tenang-tenang nanti saya akan menggantikan Sir Arthur Ignatius Conan Doyle untuk melanjutkan kisah Sherlock Holmes hehehe /kick/
Oke daripada saya mulai bermimpi yang terlalu tinggi, saya pergi sajalah -.- Jangan lupa baca entri yang lain juga ya di blog saya ^^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: