Sabtu, 31 Oktober 2015

Fanfiction
Pairing : Suho x Park Hyojin {pair ini hanya sampingan tidak menjadi cerita utama)
Author : Riciella Phantomhive
Warning : OC,kisah seorang gadis yang akan menjadi kuat tanpa seorang ayah disisinya. Ini kisah hanya berdasarkan khayalan semata… author hanya meminjam nama mereka untuk dijadikan fanfic…
Don’t Like Don’t Read

Kim Sooki, itu namaku. Umurku sekarang 15 tahun. Dan aku sangat membenci manusia yang berjenis kelamin laki-laki. Karena laki-laki itu, laki-laki yang meninggalkan aku dan mommy. Laki-laki yang bisa kalian sebut sebagai ayahku tapi tak mau aku mengakuinya sedikitpun. Laki-laki bernama Kim Junmyun.

Apa? Kalian pernah mendengar nama lelaki itu? Ck, iya lelaki yang terkenal itu. Mantan leader boyband EXO alias Suho.

Aku membencinya, sangat membencinya dan sialnya namaku ini darinya.
Bagaimana aku tidak membencinya. Belum ada satu tahun umurku, dia pergi meninggalkanku. Meninggalkanku dengan wanita lain yang katanya lebih ia cintai dibanding mommy.

Kata mommy pemikiranku itu salah.
“Sooki~ daddy mu itu pergi bukan karena salah daddy mu. Itu salah mommy yang mengacuhkannya, melupakannya dan sibuk dengan kegiatan modelling mommy.”
Itu jawaban mommy.

Aku tak habis pikir, kenapa mommy mencintai orang itu –maaf aku tak sudi memanggilnya ayah-
Well aku berterima kasih atas benihnya yang menyebabkan aku terlahir di dunia ini. Tapi tetap saja rasa benciku jauh lebih besar.

Pernah suatu saat aku secara tak sengaja bertemu dengannya di salah satu supermarket. Pada saat itu aku disuruh berbelanja oleh mommy. Aku dan orang itu saling bertatap muka, cukup lama sebelum aku melihat ada gadis kecil berjalan ke arahnya dan memanggilnya ayah. Aku langsung berbalik arah. Sebenernya ingin sekali aku menghanpirinya, memanggilnya ayah dan memeluknya. Ingin sekali… coba ingat? Sebelum aku berumur satu tahun dia pergi meninggalkanku… apa kasih sayang yang dia berikan padaku yang ku ingat? Tidak ada…

Aku tak bisa menahan emosiku saat mommy menceritakan semuanya padaku. Menyalahkan dirinya atas kepergian orang itu. Dan meminta maaf padaku karena menurutnya gara-gara mommy lah aku tidak pernah merasakan kasih sayang ayah…

Tidak mommy itu bukan salahmu… aku tak butuh kasih sayang ayah… aku tak butuh orang itu…

Mommy yang terus disampingku… membesarkanku seorang diri sudah cukup untukku… kasih sayang mu sudah cukup bagiku…

Hari demi hari ku lewati dengan kerja keras… aku belajar giat… aku latihan bela diri agar menjadi perempuan kuat… karena tidak ada laki-laki di keluarga ku… jadi aku akan melindungi mommy dari apapun itu… menjadi kuat terus menjadi kuat…

Kau yang disana…
Kau yang mengaku sebagai ayahku…
Akan kubuktikan padamu…
Aku akan melindungi mommy ….
Aku akan menjadi kuat ….
Aku tak butuh dirimu ….


Kim Sooki

Read More....

Fanfiction
Pairing : Zhoumi x Henry / Zhoumi Taeyeon (kedua pair ini hanya sampingan tidak menjadi cerita utama)
Author : Riciella Phantomhive
Warning : OC, Mpreg, Kisah seorang anak yang merindukan ayahnya. Ini kisah hanya berdasarkan khayalan semata… author hanya meminjam nama mereka untuk dijadikan fanfic…
Don’t Like Don’t Read

Papa…
Kenapa papa pergi?

Halo semua. Perkenalkan namaku Zhou Xiu Huan. Umurku 10 tahun. Aku punya adik perempuan yang manis namanya Zhou Xia Ying Hua yang umurnya 8 tahun. Kami berdua tinggal dengan mama bear alias Henly. Kalian pasti kenal, namanya Henry Lau.

Kami hidup penuh kebahagiaan. Setiap hari aku bermain dengan mei-mei ku yang menggemaskan yaitu Cia hehe nama panggilan Xia. Mama henly juga sangat memperhatikan kami berdua.

Ayah? Kalian bertanya siapa ayah kami?
Ayah kami namanya Zhou Mi. Papa bear alias Zhou Mi.
Dimana dia sekarang? Kami tak tahu…

Terakhir kami tinggal bersama itu… 6 tahun yang lalu… saat aku berumur 4 tahun dan Cia 2 tahun. Aku tak pernah tau kenapa 4 tahun yang lalu tiba-tiba mama menggendong Cia dan menggengam tanganku lalu membawa kami pergi.

Setiap aku bertanya pasti mama hanya akan menjawab
“Papa punya keluarga yang lain Ciu. Ciu harus mengerti ya. Papa dan Mama sudah berpisah. Dan papa punya keluarga yang baru. Kita tak boleh menggangu. Ciu jadi kakak yang baik dan harus jaga Cia mengerti?”
Disertai senyum tipis yang bahkan aku anak berumur 10 tahun mengerti bahwa mama saat itu menahan tangis.

Sejak saat itu aku memutuskan bahwa aku akan jadi anak yang kuat untuk membantu mama dan menjadi kakak yang hebat buat Cia. Aku akan melindungi mereka seperti apa kata papa dulu…
“Ciu~ Ciu itu jagoan buat lindungin mama sama mei-mei Ciu nanti”

Aku masih beruntung karena sempat merasakan memiliki ayah walau sebentar. Tapi Cia, bahkan dia tidak ingat wajah papa bear seperti apa. Karena terakhir bersama waktu Cia masih berumur 2 tahun.

Cia tidak pernah mengeluh akan hal itu. Tapi aku tau, bahwa dia menginginkan kasih sayang dari papa bear. Karena aku juga begitu.

Tapi kami hanya bisa diam. Kami tak akan meminta lebih untuk bertemu papa zhou. Karena kami tidak tahan setiap kali menyebut nama papa zhou, raut muka mama berubah walau hanya sepersekian detik.

Bukan aku benar-benar tak tau dimana papa Zhou berada. Tak mungkin susah melacak keberadaan orang terkenal seperti papa Zhou.

Tapi seperti yang mama bilang. Bahwa papa memiliki keluarga baru. Keluarga yang dicintainya bersama tante Taeyeon. Dari berita yang ku dengar, sekarang mereka memiliki anak kembar. Haha tambah sudah keyakinanku agar tak menemui papa Zhou.

Kami takut… kami takut ditolaknya…

Hanya tinggal dengan orang tua tunggal membuatku lebih dewasa dari anak seumurku. Tidak hanya aku, Cia pun sama. Kami harus berbagi tugas mengerjakan pekerjaan rumah membantu mama. Karena bagaimanapun mama juga penyanyi terkenal yang sangat sibuk. Walau sibuk, mama tak pernah sekalipun tidak menyiapkan kami sarapan, meyiapkan seragam kami, mengantar kami dan menjemput kami.

Pokonya kasih sayang dari mama sungguh sangat banyak. Pernah sekali aku bertanya pada mama.
“Ma, mama sudah cukup sibuk. Tidak usah mengantar jemput dan menyiapkan segala kebutuhan aku dan Cia. Aku bisa sendiri kok. Nanti Cia aku yang urus.”
Dan mama menjawab
“Mama… tak mau kehilangan orang yang mama sayangi lagi hanya karena sekedar mama tidak cukup memberikan kasih sayang Ciu~ lagian mama masih kuat kok~ mama kan strong haha” jawab mama sambil tertawa.

Ma… jika begini terus aku yang takut kehilangan mama… aku takut mama sakit…
Pernah sekali aku begitu membenci papa… sangat amat membenci papa yang meninggalkan kami bertiga…
Tapi mama hanya bilang
“Jangan sekali-kali Ciu membenci papa yang meninggalkan kita. Karena jika Ciu membencinya berarti Ciu juga membenci mama yang bodoh yang membuat papa pergi meninggalkan kita.”

Maaf ma… Ciu hanya tak suka diejek teman-teman karena tak memiliki ayah… kadang Ciu juga melihat Cia menangis memanggil papa…

Papa…
Ciu sayang papa…
Cia juga sayang papa ….
Ciu janji akan jadi anak yang baik, yang kuat dan yang pintar…
Agar nanti mama bisa mengistirahatkan tubuhnya…
Cia bisa merasa aman ku lindungi…

Dan kami bisa hidup bahagia tanpamu… Ayah...
Zhou Xiu Huan

Zhou Xia Ying Hua

Read More....

Fanfiction
Pairing : Suho x Park Hyojin / Suho x Taeyeon
Author : Riciella Phantomhive
Warning : Ini kisah hanya berdasarkan khayalan semata… author hanya meminjam nama mereka untuk dijadikan fanfic…
Don’t Like Don’t Read
J

Pernah kehilangan sesuatu lalu menyesalinya?
Apa yang kau rasakan waktu itu?
Apa yang telah kau hilangkan?
Apa yang membuatmu kehilangan itu?

Aku pernah…
Kehilangan seseorang yang kusayang…
Orang yang selalu ku jaga sepenuh hatiku sejak tiga tahun lalu…
Orang yang sampai sekarang tetap ku cintai…

Aku Park Hyojin. Ulzzang berdarah campuran Korea dan Jepang. Sekarang aku sedang memiliki hubungan dengan seseorang. Orang yang sungguh terkenal kekeke. Salah satu member boyband terkenal. Kim Junmyun aka Suho leader boyband Exo. Kekasih ku tampan kan?
Kami telah menjalin hubungan selama 3 tahun lamanya. Hubungan kami juga manis hehe. Dia orang yang sangat menyayangiku dan memperhatikanku. Selama tiga tahun ini banyak sekali kenangan yang indah. Ada juga sedikit percekcokan, tpi semuanya tertutup dengan begitu banyak kenangan yang indah.
Saat setiap pagi dia membangunkanku dan mengecup kening juga bibirku. Memberiku hadiah pagi berupa boneka yang lucu-lucu kadang beberapa tangkai bunga. Saat sikap overprotectivenya muncul jika aku dekat dengan lelaki lain. Apalagi jika berhubungan dengan Park Tae Jun kekeke. Sikap overprotectivenya sungguh menggemaskan.
Awal berhubungan dengannya, aku sempat ragu. Karena semua orang tau dirinya. Dia sungguh sangat terkenal. Dan kupikir, aku bukan apa-apa bila harus berdampingan dengannya. Tapi, dia memilihku. Memilihku dari sekian juta banyaknya perempuan diluar sana yang dengan senang hati bertekuk lutut untuk dicintainya.
Saat itu aku sangat tersanjung sekaligus bahagia. Semuanya berjalan lancer, sangat lancer sampai hampir satu bulan hubungan kami. Dan aku sedikit sibuk dengan urusan masuk universitas kira-kira tiga hari. Aku melihatnya, melihatnya sendiri dengan mata kepalaku. Dia bermesraan dengan wanita lain.
Sedih, kesal, kecewa, marah entah berapa banyak emosi yang ada dihatiku. Dia meminta maaf, dia menyesal. Dia menceritakan masa lalunya yang memang suka ‘bermain’ seperti itu. Aku kaget, karena memang saat itu aku masih belum pernah disentuh atau menyentuh siapapun. Kecewa memang tapi kita tidak boleh memandang seseorang dari masa lalu nya kan? Aku memberinya kesempatan… dia berjanji akan berubah. Karena dia bilang, dia sekarang mempunyai diriku, mencintai diriku.
Kisah kami semenjak hari itu semakin bahagia. Kami mulai tinggal bersama. Berbagi kasih, berbagi kehangatan hehe. Cinta kami semakin kuat semakin hari. Aku semakin mencintainya, dan tak pernah terpikir aku akan meninggalkannya.
Tapi rintangan percintaan kami memang selalu saja ada. Kali ini, masalah pengakuan cinta dari mantannya, Ailee. Aku sempat panik. Karena ini bukan sembarang pengakuan cinta. Ini dari mantannya loh, Ailee lagi. Orang yang sempat hadir dihidupnya. Tapi dengan penuh keyakinan dia meyakinkanku bahwa hanya aku sekarang dan selamanya ada dihidupnya. Hehe siapa yang tidak luluh coba?
Selama ini aku selalu menganggap bahwa diriku adalah perempuan yang paling beruntung. Disayangi, dimanja dan dicintai oleh lelaki sepertinya.
Aku tak pernah malu bermanjaan dengannya. Karena bagiku, jika aku sayang dengan seseorang maka aku akan bermanjaan terus dengannya hehe. Usapan tangannya dikepala ku, kecupan selamat pagi dan selamat tidur, pelukannya yang nyaman dan menghangatkan.
Berbulan-bulan, 2 tahun akhirnya kami lewati. Hampir menjelang tahun ketiga ada lagi konflik yang mendatangi hubungan kami. Kehidupan kami yang sama-sama sangat sibuk, membuat kami agak memiliki jarak. Walau begitu tak pernah terpikir olehku kalau dia akan bermain dibelakangku.
Sekitar 5 bulan sebelum anniv ketiga kami. Seseorang memberitahukan kalau Suho bermesraan dengan wanita lain. Aku tidak pernah percaya dengan omongan orang. Tidak pernah, apalagi kalau mengatakan Suho begini dan begitu. Sampai aku melihat buktinya, Suho bermesraan dengan perempuan lain. Mereka cium pipi, bergandengan tangan dan wanita itu duduk dipangkuan Suho.
Sungguh… seketika itu aku langsung memergoki mereka. Wanita itu kaget, dia tidak tau sama sekali kalau Suho memiliki kekasih. Aku marah, aku mengamuk dan kalimat itu keluar dari mulutku. Kita putus… kalimat yang mengakhiri semuanya…
Aku bercerita ke orang-orang terdekatku. Aku menangis, aku terpuruk.aku mencintainya. Sungguh mencintainya. Aku tau masa lalunya, tapi kukira sejak bersamaku dia berubah.
Dia mencariku, mengejarku dan memohon padaku. Meminta maaf dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Aku mendengarkan penjelasannya. Aku menerima permohonan maafnya. Dan kami kembali menjalani kisah cinta kami.
Aku berpura-pura tuli. Tak mendengar apa kata teman terdekatku. Yang hanya perlu aku tau, aku mencintainya dan dia mencintaiku. Itu saja, cukup.
Sampai perayaan ketiga hubungan kami. Semua berjalan normal. Kami yang masih memadu kasih, saling menyayangi.

Sampai hari ini, tanggal 30 oktober… hubungan kami berakhir.

Semua bermula dari kegiatan pemotretan ku yang menumpuk. Satu bulan kami masih berkomunikasi. Dua bulan, hanya mungkin seminggu sekali kami berkomunikasi. Sampai akhirnya 3 bulan kami benar-benar kehilangan komunikasi.
Aku naïf memang. Aku berpikir, dia mengerti. Dia menyayangiku dan mencintaiku. Karena saat dia sibuk atau pergi, aku tak pernah terpikirkan untuk mengkhianatinya.
Sampai penyesalan pun datang. Dua minggu sebelum tanggal 30 oktober ini… dia memiliki kekasih yang lain. Taeyeon… perempuan yang satu agency dengannya. Sunbaenya di agency itu.
Aku selalu tau bahwa mereka dekat. Cukup dekat… karena saat kami masih sepasang kekasih, aku selalu melihat mereka saling bertukar pesan. Waktu itu aku pernah ingin menegurnya karena cemburu… tapi ku urungkan niatku karena setauku dia menganggap Taeyeon saudaranya sama seperti perempuan lain yang lumayan ku kenal karena mereka amat dekat.
Ketika aku membuka twitter dan melihat mention mereka… tiba-tiba kakiku lumpuh… aku lemas… otakku seperti tiba-tiba kosong… aku tak mengerti… aku sungguh tak mengerti… kenapa dia setega itu? Kenapa aku sebodoh ini?
Karena rasa penasaranku akhirnya aku menghubunginya… menghubunginya setelah komunikasi terakhir kami tanggal 16 oktober…
Dia meniyakan, dia meminta maaf, dia menyesal… sungguh duniaku hancur seketika… apa yang salah dari pemikiranku akan pacaran? Bagiku saling memiliki perasaan menyayangi dan mencintai lalu mengerti perasaan satu sama lain cukup. Baginya tidak, saling menampilkan kemesraan di publik, saling bersama setiap saat, selalu menemaninya menjadi poin utama.
Hatiku miris, selama tiga tahun aku menemaninya tidak cukupkah? Selama tiga tahun aku disampingnya tidak cukupkah?
Dan sungguh… hubungan ini berakhir… bukan karena aku benci, marah atau sakit hati karena pengkhianatannya… bukan pula karena aku tidak mencintainya… kalau kalian tanya sekarang apa aku mencintainya atau tidak… dengan lantang aku menjawab aku mencintainya… katakanlah aku masochist… tapi itu perasaanku… kami berakhir… karena kebodohanku yang meninggalkannya, mengacuhkannya, melupakannya… sampai pada batas rasa cintanya kepadaku hilang…
Sekarang aku hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaannya bersama perempuan lain… dan menangisi kebodohanku… well penyesalan selalu dibelakang kan? Semoga kau selalu bahagia wahai kekasih hatiku… aku akan selalu mencintaimu… selamanya… aku berani mengatakan itu… dan aku bersumpah perasaanku tak akan pernah berubah…


Read More....

Rabu, 14 Oktober 2015

TOLONG JANGAN PERGI

Disclaimer : Naoshi Arakawa
Pairing : ArimaKaori
Author : Rieciella Phantomhive (Ryselda Regiana)
Jalan cerita ini murni pemikiran saya sendiri.
Hargai sang penulis dan jangan asal copas ya.
WARNING : Songfic, don’t hope it is happy fic, Full Arima POV
Don’t Like Don’t Read J

Kita bertemu dibulan april… memulai semuanya di bawah pohon sakura yang bermekaran
Bertatap muka…wajah yang penuh keceriaan… mata yang jernih yang memikatku
Suaramu yang membuat telinga dan hatiku bergetar…
Tak pernah kita tau dan sadar bahwa semuanya bermulai di sini pada bulan april…
Juga berakhir pada bulan april

Kita sama-sama berjalan dengan bahu yang saling menyandar
Hal-hal yang tidak penting selalu kita tertawakan sambil menatap impian kita yang sama
Jika aku mendengarkan dengan baik, aku masih dapat mendengarnya
Suaramu, mewarnai kota ini dengan jingga

“huaaaaah angin pertama di musim semi!!!” seru anak-anak yang bermain musik denganmu.
‘Kyaaaaa!!!” tiba-tiba suaramu yang melengking mengganguku yang sedang memfoto aksi kalian.
“a-aaaaaa hentaaaaiiii!!!” kau berteriak didepanku.
“Kau menghancurkan kesempatanku untuk menikah tauuu!!!” teriakmu.

Saat kau tak ada disini, aku menjadi bosan
Tapi ketika aku mengatakan kalau aku kesepian, kau hanya menertawaiku
Aku pun terus menghitung hal-hal yang masih kumiliki
Yaitu hal-hal yang bersinar terang dan tidak pernah pudar

Tingkahmu yang seenaknya… menggangu kehidupanku… menarikku dari zona aman yang selama ini mengurungku… melindungiku dari ketakutanku…
Apakah kau tau? Setiap hati ini bergetar takut… yang kubayangkan adalah wajahmu yang mengatakan “semua akan baik-baik saja”

Seperti langit setelah hujan... seperti cinta sejati yang kembali bersih
Aku mengingat senyummu yang ada dipikiranku dan aku hanya dapat tersenyum
Tentu saja, seperti kita pada hari itu... seperti anak kecil yang tak berdosa
Kita akan berlari melewati berbagai musim, untuk melihat impian kita masing-masing

Kapanpun aku merasa kesepian dan mulai merasa tidak baik...
Kita akan terus berbicara, pada malam dimana aku tidak ingin tertidur

Aku yang pecundang ini berani keluar melawan dunia yang selama ini aku takutkan… semuanya berkat dirimu… kau orang yang merubahku..
Friend A… kau selalu memanggilku… kukira kau memang tak pernah ingin mengingatku… tapi ternyata kau pembohong yang ulung ya?

Aku penasaran apa yang akan kau lihat di sini
Dan apa yang kulihat dari sini
Aku akan mengeluarkan air mata
Kepada tempat ini, dimana matahari terbenam membuat semuanya berwarna jingga

Surat yang kau berikan padaku diakhir cerita ini… kenapa tak pernah kau katakana langsung?
Kemana Kaori yang selalu berani mengatakan apapun sesukanya?
Apa kau tak mau melihatku menangis? Huh, kata siapa aku akan menangis… aku kuat kau tau.

Dari jutaan cahaya bintang, cinta sejati ini lahir
Bahkan jika kau tidak berubah dan bahkan jika kau berubah. kau adalah kau, jadi aku tidak akan khawatir
Suatu hari, kita akan menjadi dewasa dan bertemu dengan orang-orang yang luar biasa
Pada hari itu, aku berharap kita dapat membawa keluarga kita yang tak tergantikan dan bertemu lagi disini...

Aku berbohong padamu… ternyata aku menangis membaca surat ini… tapi dengan ini kita impas kan? Ah tidak, kau lebih banyak berbohong padaku…

Seperti langit setelah hujan... seperti cinta sejati yang kembali bersih
Aku mengingat senyummu yang ada dipikiranku dan aku hanya dapat tersenyum
Dari jutaan cahaya bintang, cinta sejati ini lahir
Kita akan berlari melewati musim-musim, melihat hari esok kita
Untuk memilih impian kita masing-masing

Kenapa kau tak pernah berbicara mengenai penyakitmu? Apakah aku tak pantas tau? Kau pernah bilang bahwa aku tak pernah sendiri… kau disisiku… apa itu tak berlaku sebaliknya?
Aku tak ingin melihat air mata itu… hentikan… aku akan melakukan apapun agar air mata itu berhenti… memenangkan semua kompetisi piano… memainkan 1000 lagu untukmu… jadi kumohon… hapus air mata itu Kaori… kau gadis yang kuat kan?
Bertahanlah… bertahanlah Kaori… sampaikan!!! Sampaikan lagu ini untuknya!!! Tolong sampaikan!!!
Aku menangis… ya lagi-lagi aku menangis… wajahmu yang putih bersinar ada disana… mendampingiku… mengiringi laguku…
Ku berkata, “Itu tidak apa-apa.” Tapi itu bohong dan aku ingin berhenti…
Bahkan ketika kamu berjalan kedepan, dan bayangmu menghilang, Aku terpaku dan tetap membisu.
Malam ini, kau akan pergi, untuk meninggalkanku. Ku berlari, mengejar kamu, tapi kau terlalu jauh…
Kamu menghilang, begitu saja, dan pergi meninggalkanku…
Dimana dirimu? Aku tak tahu.. Karena kau tak bersamaku..
Jangan menangis, jangan menangis, Sejujurnya kumau bilang, “Hey, jangan pergi…”


J OWARI J
Read More....

Menanti

Posted by : Rie
0 komentar

Ketika senandung rintik hujan terdengar kalbu
Saat itu saat kau pegi meninggalkan ku selamanya
Bukan pergi tuk kembali
Tapi pergi bersama cinta yang lain

Kepulan asap kereta yang terlihat semakin menghilang
Seperti itulah cintamu padaku
Semakin kebelakang, semakin menghilang
Tanpa jejak, seolah tak pernah ada

Dengan bodoh ku terdiam
Disudut jalan tempat pertama kita bertemu
Terus berharap kau menyesal dan kembali padaku
Walau itu hanya sekedar khayalku

Wanita itu, wanita yang kau pilih
Akankah dia menunggumu saat kau pergi?
Akankah dia menyambutmu saat kau kembali?
Kau tak pernah tau

Angin berhembus yang menerpa tubuhku
Menerbangkan kelopak bunga sakura yang bermekaran
Tempat kita bertemu
Tempat kita berpisah

Tak terpikirkah betapa aku terluka karenamu?
Luka yang tak akan pernah kering
Luka karena begitu mencintaimu
Aku masih disini, menunggumu

a/n: sekali lagi... ini cuma coretan penulis yang baper karena lagu LOL jadi... jaa na~ :3
Read More....

Aku disini disudut ruangan
Tahukah kalian?
Aku disini mengamati semuanya
Sadarkah kalian?

Sendiri disudut ruangan
Ruangan yang penuh manusia bercengkrama
Ku genggam tangan ini
Ingin ku teriak "Hallo Hai Aku Disini"

Aku sudah tak tau lagi apakah aku ada atau tidak
Kosong
Iya aku kosong
Perasaanku kosong

"Hallo Hai Aku Disini"
Kata yang selalu tertahan dimulutku
Dunia terus berputar
Mengabaikan kehadiranku yang kosong ini

"Hallo Hai Aku Disini"
Apakah dunia tau aku sendiri?
Apakah dunia peduli?
Kesendirian yang membuatku kosong

Ingin kuhentakkan kaki
Teriak pada dunia
"Hallo Hai Aku Disini"
Aku disini!! Aku ada!!

Sekali lagu aku harus bagaimana?
Melody keheningan semakin jelas
Aku sendirian
Kekosongan memakan hatiku

"Hallo Hai Aku Disini"
Ayo lihat aku
Disini ingin menggapai tanganmu
Dunia..... sadari aku

a/n hanya coretan kecil ketika mendengarkan lagu Hello World nya Bump Of Chicken... bukan arti dari lagunya ya... hanya coretan kecil... ceritanya baper pas dengerin lagunya hehehe... jaa na.. :)
Read More....



 Naruto © Masashi Kishimoto

an SasuSaku fanfiction written by Rieciella Phantomhive

ENDLESS LOVE
Warning : Alur maju mundur, misstypo(s), OOC dll
Don’t Like Don’t Read


Sakura POV
Sudah hampir 9 tahun ku mengenalnya. Seseorang yang aku akui sebagai cinta pertamaku. Yang mungkin sampai sekarang masih aku cintai. Kalian boleh tertawa, tapi memang itu kenyataannya. Sampai sekarang pun aku rela bertingkah konyol agar setidaknya dia menyadariku. Tapi saat waktu junior high school, kami begitu dekat. Sangat dekat. Bisa dibilang kami bersahabat. Dan bagiku sampai sekarang pun kami bersahabat. Kalau baginya ya beda lagi. Jangankan sahabat, teman pun sepertinya bukan. Entah apa salahku, yang jelas dia jadi lebih dingin. Ya dari awal dia memang dingin. Tapi tidak padaku, pada yang lain. Mungkin dimatanya sekarang aku seperti yang lainnya.
Semua berawal dari kesukaan kami berdua. Kami sangat menyukai anime. Dan kami menyukai anime yang sama tapi memiliki karakter favorit yang berbeda. Dan semua kisah cintaku berawal dari sana.

Flashback

            Cih kelas unggulan. Apanya kelas unggulan. Aku muak disini. Tidak ada yang menarik dan menyebalkan semua. Kelas 2-1 yang katanya kelas unggulan, kumpulan anak-anak peringkat 1 sampai 3 dari setiap kelas dikelas 1 dulu. Setidaknya aku sedikit beruntung ada Ino Yamanaka yang menjadi temanku di kelas 1 dulu. Tapi sudah ku bilang aku sedikit beruntung. Kenapa kalian tanya? Karena si Ino babi itu sedang sibuk dengan ekskul nya cheerleader.
Dan disini aku sekarang, terasingkan dikelas sendiri. Kenapa aku tidak mau berbaur? Aku tidak suka berbaur dengan wanita. Karena aku tidak tau topik apa yang mereka bicarakan. Masalah shopping, dandan, laki-laki yang disukai dan lain-lain. Sangat tidak cocok denganku. Berbaur dengan laki-laki? Oh ayolah, aku ini tipe observer. Dan dari sedikit yang ku amati. Laki-laki disini hampir setengahnya adalah laki-laki yang aneh dan mesum.
            “haaaah~” entah sudah berapa kali aku menghela napas.
Oke sebaiknya aku berhenti melakukan hal itu. Karena kata kaa-san setiap kau menghela napas maka satu kebahagiaanmu berkurang.
            Ku buka tasku dan ku ambil mp3 ku. Sambil memejamkan mata aku mulai menghayati setiap lagu yang ada di mp3 ku. Lagu apa katamu? Well aku penggemar anime maka semua lagu di mp3 ini pastilah lagu jepang. Katakanlah aku freak, terserah.
            “Aaah kau suka Gundam?” tanya seseorang yang mengagetkan ku.
Ku buka mataku dan kulihat dia memperhatikan judul lagu di mp3 ku.
            “Maa~” jawabku sambil menganggukan kepala.
            “Benarkah? Aku baru tau ada perempuan yang suka anime bergenre mecha? Biasanya bertema pink-pink gitu kaya rambutmu” ujanya sambil menyeringai.
            Ctakk!! Mungkin kalau ini manga, sudah muncul tanda siku-siku di dahiku.
            “Apa masalahmu? Suka-suka aku dong! Dan walaupun rambutku pink bukan berarti aku suka anime yang bertema pink gitu!” ucapku sambil merengut.
            “Hahaha. Oke-oke jangan marah-marah pinkie” dan dia malah tertawa. Menyebalkan.
            “Pinkie pinkie memangnya aku teletubies?! Aku punya nama tau. Namaku Sakura Haruno! Dasar rambut pantat ayam!” ujarku emosi.
Oke aku memang agak sensitif kalau ada yang membahas masalah rambutku.
            “Itu tinky winky” sepertinya dia sweatdrop. Hahaha rasakan.
            “Dan… apa itu pantat ayam???!! Aku juga punya nama. Namaku Sasuke Uchiha” ujarnya.

Flashback END

Tanpa sadar aku tertawa sendiri. Mengingat masa lalu yang sungguh lucu. Semenjak kejadian itu. Kami selalu berdebat mengenai apapun. Bahkan hal sekecil apapun. Dan saat itu aku sadar. Bahwa aku jatuh cinta padanya. Pada seorang Sasuke Uchiha. Walau aku tau perasaanku saat itu. Aku tetap berpura-pura bersikap seperti biasanya. Karena aku tak mau jika dia tau maka dia akan menjauhiku.
Sampai suatu hari. Saat temanku Hinata Hyuuga. Teman yang ku dapatkan dikelas menyebalkan ini karena dia berbeda dengan perempuan lain yang hanya suka bergosip tidak jelas. Mengatakan bahwa dia tertarik dengan Sasuke Uchiha, sahabatku. Aku tidak bisa menyalahkannya karena memang tidak ada satupun yang mengetahui perasaanku ini, bahkan Ino sekalipun.
Dan saat Hinata meminta bantuanku agar Sasuke mau mengenalnya lebih dekat, aku bisa apa? Hanya tersenyum dan mengiyakannya.
Aku memulai rencanaku. Sedikit-sedikit saat berbicara dengan Sasuke, aku mulai berbicara mengenai Hinata. Dan dia tak menanggapinya sedikitpun. Kalian boleh bilang aku jahat, tapi aku malah senang dengan sikap Sasuke waktu itu.
Aku melaporkannya pada Hinata tanpa ada yang kututupi. Sedih juga saat melihat wajah Hinata yang redup. Tapi maaf Hinata, aku juga menyukainya. Tidak, aku sangat mencintainya.
Katakanlah aku pengecut yang hanya bisa memandangnya penuh cinta dari balik punggungnya. Saat Sasuke mulai dekat dengan Shion pun. Aku hanya bisa memendam rasa sakit ini dan tertawa dipermukaan. Walau tak bisa aku pungkiri aku sangat senang saat Sasuke bilang dia hanya tertarik dengan Shion karena mereka satu kelompok saat pelajaran bahasa inggris. Tidak ada rasa special seperti suka atau cinta.
Terus dan terus ku pendam perasaan ini hingga akhirnya kami naik ke kelas 3. Kami pisah kelas. Tapi hubungan kami masih cukup dekat. Malah sangat dekat sampai-sampai di sekolah muncul rumor kalau kami pacaran. Aku sedikit terganggu dengan rumor itu. Bagaimana kalau Sasuke merasa risih dan menjauhiku. Pertanyaan itu muncul dibenakku. Tapi saat ku lihat Sasuke tidak terganggu sedikitpun dan dia bilang tak masalah, entah kenapa muncul harapan bahwa Sasuke juga mencintaiku.
Tapi sepertinya hanya harapan yang kubuat sendiri. Buktinya sampai kami lulus pun hubungan kami hanya tetap begini, sepasang sahabat. Aku tak mau egois dan membiarkan semuanya mengalir saja. Yang penting aku dapat berada disampingnya sampai hari kelulusan tiba.

Flashback

            “ne ne Sasuke-kun~ kau melanjutkan kemana? Pasti Konoha Senior High School kan?” aku bertanya pada Sasuke-kun.
Tapi tanpa bertanya aku pun tau. Pasti di sekolah itu. Karena sekolah itu satu-satunya Senior High School negeri yang memiliki masa depan bagus. Kami bisa bersama sampai 3 tahun lagi.
            “….” Entah kenapa Sasuke hanya diam.
            “Sasuke-kun?” aku khawatir. Jangan-jangan…..
            “Tidak Sakura. Aku melanjutkan di Suna Senior High School. Karena disana untuk masalah manajemen bisnis sudah sangat diakui” jawab Sasuke-kun.
            “a-a jadi kita berpisah?” tanyaku. Sungguh sangat susah rasanya menahan tangis seperti ini.
Sasuke menepuk kepala ku dan mengusapnya lembut.
“Kau ini seperti hidup dijaman purba saja. Kita kan bisa sms atau telepon. Aku janji akan membalas setiap sms darimu” ucapnya meyakinkanku.
“Hehe ne ne Sasuke rambut pantat ayam” ujarku sambil menjulurkan lidahku.
“Ck! Dasar kau ini” balasnya sambil menyentil dahiku.
“YA! Sakit tauuu!!” teriakku padanya yang berlalu begitu saja.

            Seperti janjinya hampir setiap hari kami sms dan telepon. Ya hampir setiap malam kami saling berbagi kabar. Sampai sms darinya yang membuatku mendadak merasakan perih dihati. Pesan bahwa dia sedang menyukai seseorang dari kelasnya. Seseorang yang menurutnya sangat manis, pintar dan feminism. Dan aku sangat bersyukur bahwa kami tidak sedang bertatap muka. Karena saat ini aku sedang menangis. Menangis seorang diri. Kenapa? Kenapa kau tidak bisa melihat aku yang selalu bersamamu?
            Sejak Sasuke bilang dia tertarik dengan gadis itu. Dia mulai jarang mengirim pesan padaku. Bahkan pesanku pun tak pernah dibalas. Lihat kan? Kau sungguh mudah melupakan janjimu padaku Sasuke. Apa aku memang tidak begitu berarti?
            Aku mencoba berpikir positif. Mungkin Sasuke sibuk dengan sekolahnya. Karena bagaimanapun juga Sasuke termasuk siswa yang aktif berorganisasi dan pintar. Walau sifatnya dingin tapi dia memang aktif sekali berorganisasi, entah bagaimana aku tak tau.
            Satu bulan sudah tak ada pesan darinya. Yang mengejutkan dia sering aktif di media social. Kenapa Sasuke? Kenapa tak mau membalas pesanku? Kenapa tak menghubungiku?
            Aku ingin sekali membunuh perasaan ini. Aku yakin Sasuke memiliki kekasih makanya dia tidak menghubungi atau mengabariku lagi. Tak mau kekasihnya cemas dan cemburu mungkin. Tapi semakin kau menghilang, semakin aku merindukanmu Sasuke. Apa kau tak khawatir padaku? Apa kau tak mencemaskanku? Haha menyedihkan sekali kau Sakura. Memaki diri sendiri yang hanya ku lakukan sekarang ini.
            Kehadirannya pada hidupku ini sungguh penting. Entah kenapa cintaku tak pernah dapat hilang. Sekalipun aku tau hanya aku yang terluka disini. Sekalipun aku tau cintamu bukan untukku.
            Perlahan-lahan aku mulai mencoba membiasakan hidup tanpa bayangmu. Mencari kesibukan dengan mengikuti beberapa ekskul. Mulai berteman dengan beberapa otaku juga haha. Kupaksakan hatiku untuk melupakannya walau ku akui tidak mungkin. Aku tidak tau kenapa aku terlalu terpaku padanya? Kenapa hatiku seolah-olah hanya untuknya?
            Semua kujalani dengan normal. Ya mungkin bagi perempuan lain hidupku tidak normal. Kalian tanya kenapa? Karena teman-teman ku mulai banyak yang memiliki kekasih dan kehidupan cinta yang menyenangkan saat Senior High School. Dan aku disini masih dengan hati yang terikat kepada satu orang. Lelaki yang membuat hidupku berwarna tapi juga hitam.
            Bukannya tidak ada lelaki yang meminta aku menjadi pacarnya. Ada beberapa bahkan menurut teman perempuanku aku cukup menarik untuk laki-laki. Aku ini terlalu buta akan bayang seseorang dimasa lalu tanpa menyadari disekelilingku banyak lelaki yang ingin menjadikanku kekasihnya. Contohnya saja Rei Gaara, ketua kelas dikelasku dan Akasuna Sasori, senpaiku di ekskul.
            Banyak temanku yang mengataiku bodoh karena menolak permintaan mereka untuk menjadi kekasih mereka. Aku hanya tidak mau membohongi dan melukai mereka bahwa kenyataannya hatiku sudah terikat untuk orang lain.
            Sampai akhir kelulusan di Senior High School, Sasuke tak mengabariku. Tadinya aku pikir dia melupakanku. Sampai pesan itu datang. Sebuah pesan singkat yang menyuruhku bertemu dengannya besok. Dan dia akan menjemputku dirumah. Senang, bahagia dan banyak lagi emosi yang tak tergambarkan. Akhirnya Sasuke, akhirnya kau menghubungiku.
            Hari itu tiba dan aku bertemu dengannya. Cinta pertamaku sekaligus sahabatku. 3 tahun tak bertemu dengannya cukup membuatku bingung saat pertama kali melihatnya lagi. Sejak kapan Sasuke setinggi itu? Sejak kapan Sasuke bisa sekeren ini?
            Banyak pertanyaan yang hinggap dipikiranku. Tanpa sadar aku memasang wajah sendu. Sasuke, 3 tahun kita tak bertemu. Hampir 3 tahun kau tak mengabariku. Kenapa rasa cinta ini masih sebesar dulu?
            “Sakura?” Sasuke memanggilku.
            “ne Sasuke-kun lama tak bertemu” kupaksakan senyum didepanmu.
Dan kecanggungan pun terasa disekitar kami. Tak ada yang memulai percakapan. Padahal banyak sekali yang ingin kukatakan padamu Sasuke-kun. Banyak yang ingin aku tanyakan padamu. Bagaimana kabarmu? Bagaimana nilai sekolahmu? Apakah kau selalu menjadi juara umum lagi? Bagaimana kegiatan ekskul mu? Bagaimana kehidupan sekolahmu? Dan bagaimana dengan kisah cintamu? Dan aku hanya bisa tertawa miris dalam hati. Sepertinya kisah cinta Sasuke tak seburuk kisah cintaku haha.
“Ehm ayo kita berangkat sekarang… acaranya mungkin sudah dimulai” ujar Sasuke.
“N-ne Sasuke-kun. Kira-kira universitas apa saja ya yang ada dipameran nanti?” ucapku untuk menghilangkan kecanggungan ini.
“Lihat saja nanti. Dan pegangan yang erat Sakura!” ucap Sasuke saat aku menaiki motor yang ia kendarai.
“e-eh begini saja cukup kan?” kataku sambil memegang jaket yang ia kenakan.
“Ck! Itu bukan pegangan Sakura nanti kau jatuh!” jawab Sasuke galak sambil melingkarkan tanganku di pinggangnya.
            Oh kami-sama. Sasuke tak tau kah kau efek dari perbuatanmu? Jantungku berpacu berkali-kali lipat. Ku mohon jangan sampai Sasuke mendengar suara jantungku.
            Saat kami tiba di pameran itu Sasuke langsung menggenggam tanganku. Oh tuhan rasanya aku ingin mati sekarang juga. Tapi aku tak mau berharap lebih. Takut akan mengalami rasa sakit itu lagi.
            Sasuke yang perhatian, Sasuke yang baik dan Sasuke yang selalu tersenyum padaku. Sasuke yang dulu kembali padaku. Betapa hatiku sangat senang. Ingin sekali aku kembali berharap kalau Sasuke memang benar-benar mencintaiku.
            Apalagi saat bertemu dengan teman-teman dari sekolahnya. Dia tetap tidak segan saat mengenalkanku pada mereka sambil memegang tanganku. Sungguh rasanya aku berpikir bahwa penantianku tidak sia-sia. Perhatiannya yang tetap ditujukan padaku walau saat bersama teman-temannya sungguh membuatku seperti melayang.
            Tanpa ku sadari tujuannya melakukan itu dan mengajakku sangat membuatku terluka. Kenapa? Karena diantara teman-temannya ada perempuan itu. Perempuan yang disukainya. Walau dia tak mengucapkannya, aku tau. Bahwa kehadiranku dan perhatiannya hanya untuk membuat perempuan itu cemburu. Sasuke hanya ingin melihat apakah perempuan itu juga menyukainya.
            Jahat kau Sasuke. Apa aku begitu lihai menyembunyikan perasaanku padamu sehingga kau tak menyadarinya sama sekali? Atau kau yang begitu buta akan perasaanku? Atau kau berpura-pura bodoh tak mengetahuinya? Dan pada malam harinya aku hanya bisa menangisi kebodohanku karena tetap mencintaimu.

Flashback END

            Dan pada hari itu adalah hari terakhir aku menemuinya. Sejak saat itu kami hanya berhubungan lewat media social. Aku sudah cukup lelah menantinya. Dia bertanya dan aku hanya menjawab seadanya. Walau ku akui cinta ini masih ada untuknya. Aku tak tau pasti kapan aku bisa melupakannya. Cinta ini cinta tanpa akhir.
            Aku sekarang semester 7 fakultas kedokteran. Dan sekarang aku dibuat heran dengan perubahan drastis Sasuke. Sasuke menjadi lebih dingin. Bahkan sangat dingin padaku. Dari awal aku tak pernah mendapat perlakuan seperti ini darinya. Tapi sekarang aku mungkin tak berarti bagi dirinya. Sahabat? Jangan membuatku tertawa. Bahkan dengan jelas dimenjawab bahwa aku temannya saat aku bertanya kenapa kau dingin padaku? Apa aku orang lain bagimu? Padahal dulu pasti kau selalu menjawab ‘Kau sahabatku bodoh’
            Haha ironis ya? Jangankan berharap dia menyukaiku. Bahkan dihidupnya arti diriku turun menjadi hanya teman bukan lagi sahabat. Sebenarnya apa salahku Sasuke? Kenapa kau seperti orang lain?
            Berkali-kali kuyakinkan hatiku bahwa Sasuke berubah. Dia bukan Sasuke yang kau cintai dulu. Tapi tetap saja cinta ini tak mau berhenti dan seperti sebuah virus. Cinta ini tumbuh subur dihatiku. Tak pernah mau layu. Tak pernah mau menghilang. Benar-benar cinta tanpa akhir bukan?

A/N :
Haloo minna-san sekali lagi terima kasih telah membaca fic yang telah saya buat ini. Saya menerima kritik dan saran yang membangun kok. Sekali lagi terima kasih dan jangan lupa meninggalkan jejak berupa review ya. Arigatou gozaimasu~ jaa na~ J
           

            
Read More....

Copyright © 2012 A Case of Identity | Another Theme | Designed by Johanes DJ