Rabu, 14 Oktober 2015

TOLONG JANGAN PERGI

Disclaimer : Naoshi Arakawa
Pairing : ArimaKaori
Author : Rieciella Phantomhive (Ryselda Regiana)
Jalan cerita ini murni pemikiran saya sendiri.
Hargai sang penulis dan jangan asal copas ya.
WARNING : Songfic, don’t hope it is happy fic, Full Arima POV
Don’t Like Don’t Read J

Kita bertemu dibulan april… memulai semuanya di bawah pohon sakura yang bermekaran
Bertatap muka…wajah yang penuh keceriaan… mata yang jernih yang memikatku
Suaramu yang membuat telinga dan hatiku bergetar…
Tak pernah kita tau dan sadar bahwa semuanya bermulai di sini pada bulan april…
Juga berakhir pada bulan april

Kita sama-sama berjalan dengan bahu yang saling menyandar
Hal-hal yang tidak penting selalu kita tertawakan sambil menatap impian kita yang sama
Jika aku mendengarkan dengan baik, aku masih dapat mendengarnya
Suaramu, mewarnai kota ini dengan jingga

“huaaaaah angin pertama di musim semi!!!” seru anak-anak yang bermain musik denganmu.
‘Kyaaaaa!!!” tiba-tiba suaramu yang melengking mengganguku yang sedang memfoto aksi kalian.
“a-aaaaaa hentaaaaiiii!!!” kau berteriak didepanku.
“Kau menghancurkan kesempatanku untuk menikah tauuu!!!” teriakmu.

Saat kau tak ada disini, aku menjadi bosan
Tapi ketika aku mengatakan kalau aku kesepian, kau hanya menertawaiku
Aku pun terus menghitung hal-hal yang masih kumiliki
Yaitu hal-hal yang bersinar terang dan tidak pernah pudar

Tingkahmu yang seenaknya… menggangu kehidupanku… menarikku dari zona aman yang selama ini mengurungku… melindungiku dari ketakutanku…
Apakah kau tau? Setiap hati ini bergetar takut… yang kubayangkan adalah wajahmu yang mengatakan “semua akan baik-baik saja”

Seperti langit setelah hujan... seperti cinta sejati yang kembali bersih
Aku mengingat senyummu yang ada dipikiranku dan aku hanya dapat tersenyum
Tentu saja, seperti kita pada hari itu... seperti anak kecil yang tak berdosa
Kita akan berlari melewati berbagai musim, untuk melihat impian kita masing-masing

Kapanpun aku merasa kesepian dan mulai merasa tidak baik...
Kita akan terus berbicara, pada malam dimana aku tidak ingin tertidur

Aku yang pecundang ini berani keluar melawan dunia yang selama ini aku takutkan… semuanya berkat dirimu… kau orang yang merubahku..
Friend A… kau selalu memanggilku… kukira kau memang tak pernah ingin mengingatku… tapi ternyata kau pembohong yang ulung ya?

Aku penasaran apa yang akan kau lihat di sini
Dan apa yang kulihat dari sini
Aku akan mengeluarkan air mata
Kepada tempat ini, dimana matahari terbenam membuat semuanya berwarna jingga

Surat yang kau berikan padaku diakhir cerita ini… kenapa tak pernah kau katakana langsung?
Kemana Kaori yang selalu berani mengatakan apapun sesukanya?
Apa kau tak mau melihatku menangis? Huh, kata siapa aku akan menangis… aku kuat kau tau.

Dari jutaan cahaya bintang, cinta sejati ini lahir
Bahkan jika kau tidak berubah dan bahkan jika kau berubah. kau adalah kau, jadi aku tidak akan khawatir
Suatu hari, kita akan menjadi dewasa dan bertemu dengan orang-orang yang luar biasa
Pada hari itu, aku berharap kita dapat membawa keluarga kita yang tak tergantikan dan bertemu lagi disini...

Aku berbohong padamu… ternyata aku menangis membaca surat ini… tapi dengan ini kita impas kan? Ah tidak, kau lebih banyak berbohong padaku…

Seperti langit setelah hujan... seperti cinta sejati yang kembali bersih
Aku mengingat senyummu yang ada dipikiranku dan aku hanya dapat tersenyum
Dari jutaan cahaya bintang, cinta sejati ini lahir
Kita akan berlari melewati musim-musim, melihat hari esok kita
Untuk memilih impian kita masing-masing

Kenapa kau tak pernah berbicara mengenai penyakitmu? Apakah aku tak pantas tau? Kau pernah bilang bahwa aku tak pernah sendiri… kau disisiku… apa itu tak berlaku sebaliknya?
Aku tak ingin melihat air mata itu… hentikan… aku akan melakukan apapun agar air mata itu berhenti… memenangkan semua kompetisi piano… memainkan 1000 lagu untukmu… jadi kumohon… hapus air mata itu Kaori… kau gadis yang kuat kan?
Bertahanlah… bertahanlah Kaori… sampaikan!!! Sampaikan lagu ini untuknya!!! Tolong sampaikan!!!
Aku menangis… ya lagi-lagi aku menangis… wajahmu yang putih bersinar ada disana… mendampingiku… mengiringi laguku…
Ku berkata, “Itu tidak apa-apa.” Tapi itu bohong dan aku ingin berhenti…
Bahkan ketika kamu berjalan kedepan, dan bayangmu menghilang, Aku terpaku dan tetap membisu.
Malam ini, kau akan pergi, untuk meninggalkanku. Ku berlari, mengejar kamu, tapi kau terlalu jauh…
Kamu menghilang, begitu saja, dan pergi meninggalkanku…
Dimana dirimu? Aku tak tahu.. Karena kau tak bersamaku..
Jangan menangis, jangan menangis, Sejujurnya kumau bilang, “Hey, jangan pergi…”


J OWARI J

0 komentar:

Copyright © 2012 A Case of Identity | Another Theme | Designed by Johanes DJ