Naruto
© Masashi Kishimoto
an
SasuSaku fanfiction written by Rieciella Phantomhive
ENDLESS
LOVE
Warning
: Alur
maju mundur, misstypo(s), OOC dll
Don’t
Like Don’t Read
Sakura
POV
Sudah
hampir 9 tahun ku mengenalnya. Seseorang yang aku akui sebagai cinta pertamaku.
Yang mungkin sampai sekarang masih aku cintai. Kalian boleh tertawa, tapi
memang itu kenyataannya. Sampai sekarang pun aku rela bertingkah konyol agar
setidaknya dia menyadariku. Tapi saat waktu junior high school, kami begitu
dekat. Sangat dekat. Bisa dibilang kami bersahabat. Dan bagiku sampai sekarang
pun kami bersahabat. Kalau baginya ya beda lagi. Jangankan sahabat, teman pun
sepertinya bukan. Entah apa salahku, yang jelas dia jadi lebih dingin. Ya dari
awal dia memang dingin. Tapi tidak padaku, pada yang lain. Mungkin dimatanya
sekarang aku seperti yang lainnya.
Semua
berawal dari kesukaan kami berdua. Kami sangat menyukai anime. Dan kami
menyukai anime yang sama tapi memiliki karakter favorit yang berbeda. Dan semua
kisah cintaku berawal dari sana.
Flashback
Cih kelas
unggulan. Apanya kelas unggulan. Aku muak disini. Tidak ada yang menarik dan
menyebalkan semua. Kelas 2-1 yang katanya kelas unggulan, kumpulan anak-anak
peringkat 1 sampai 3 dari setiap kelas dikelas 1 dulu. Setidaknya aku sedikit
beruntung ada Ino Yamanaka yang menjadi temanku di kelas 1 dulu. Tapi sudah ku
bilang aku sedikit beruntung. Kenapa kalian tanya? Karena si Ino babi itu
sedang sibuk dengan ekskul nya cheerleader.
Dan
disini aku sekarang, terasingkan dikelas sendiri. Kenapa aku tidak mau berbaur?
Aku tidak suka berbaur dengan wanita. Karena aku tidak tau topik apa yang
mereka bicarakan. Masalah shopping, dandan, laki-laki yang disukai dan
lain-lain. Sangat tidak cocok denganku. Berbaur dengan laki-laki? Oh ayolah,
aku ini tipe observer. Dan dari sedikit yang ku amati. Laki-laki disini hampir
setengahnya adalah laki-laki yang aneh dan mesum.
“haaaah~” entah sudah berapa kali aku menghela napas.
Oke
sebaiknya aku berhenti melakukan hal itu. Karena kata kaa-san setiap kau
menghela napas maka satu kebahagiaanmu berkurang.
Ku buka tasku dan ku ambil mp3 ku. Sambil memejamkan mata
aku mulai menghayati setiap lagu yang ada di mp3 ku. Lagu apa katamu? Well aku
penggemar anime maka semua lagu di mp3 ini pastilah lagu jepang. Katakanlah aku
freak, terserah.
“Aaah kau suka Gundam?” tanya seseorang yang mengagetkan
ku.
Ku
buka mataku dan kulihat dia memperhatikan judul lagu di mp3 ku.
“Maa~” jawabku sambil menganggukan kepala.
“Benarkah? Aku baru tau ada perempuan yang suka anime
bergenre mecha? Biasanya bertema pink-pink gitu kaya rambutmu” ujanya sambil
menyeringai.
Ctakk!! Mungkin kalau ini manga, sudah muncul tanda
siku-siku di dahiku.
“Apa masalahmu? Suka-suka aku dong! Dan walaupun rambutku
pink bukan berarti aku suka anime yang bertema pink gitu!” ucapku sambil
merengut.
“Hahaha. Oke-oke jangan marah-marah pinkie” dan dia malah
tertawa. Menyebalkan.
“Pinkie pinkie memangnya aku teletubies?! Aku punya nama
tau. Namaku Sakura Haruno! Dasar rambut pantat ayam!” ujarku emosi.
Oke
aku memang agak sensitif kalau ada yang membahas masalah rambutku.
“Itu tinky winky” sepertinya dia sweatdrop. Hahaha
rasakan.
“Dan… apa itu pantat ayam???!! Aku juga punya nama.
Namaku Sasuke Uchiha” ujarnya.
Flashback
END
Tanpa
sadar aku tertawa sendiri. Mengingat masa lalu yang sungguh lucu. Semenjak
kejadian itu. Kami selalu berdebat mengenai apapun. Bahkan hal sekecil apapun.
Dan saat itu aku sadar. Bahwa aku jatuh cinta padanya. Pada seorang Sasuke
Uchiha. Walau aku tau perasaanku saat itu. Aku tetap berpura-pura bersikap
seperti biasanya. Karena aku tak mau jika dia tau maka dia akan menjauhiku.
Sampai
suatu hari. Saat temanku Hinata Hyuuga. Teman yang ku dapatkan dikelas
menyebalkan ini karena dia berbeda dengan perempuan lain yang hanya suka
bergosip tidak jelas. Mengatakan bahwa dia tertarik dengan Sasuke Uchiha,
sahabatku. Aku tidak bisa menyalahkannya karena memang tidak ada satupun yang
mengetahui perasaanku ini, bahkan Ino sekalipun.
Dan
saat Hinata meminta bantuanku agar Sasuke mau mengenalnya lebih dekat, aku bisa
apa? Hanya tersenyum dan mengiyakannya.
Aku
memulai rencanaku. Sedikit-sedikit saat berbicara dengan Sasuke, aku mulai
berbicara mengenai Hinata. Dan dia tak menanggapinya sedikitpun. Kalian boleh bilang
aku jahat, tapi aku malah senang dengan sikap Sasuke waktu itu.
Aku
melaporkannya pada Hinata tanpa ada yang kututupi. Sedih juga saat melihat
wajah Hinata yang redup. Tapi maaf Hinata, aku juga menyukainya. Tidak, aku
sangat mencintainya.
Katakanlah
aku pengecut yang hanya bisa memandangnya penuh cinta dari balik punggungnya.
Saat Sasuke mulai dekat dengan Shion pun. Aku hanya bisa memendam rasa sakit
ini dan tertawa dipermukaan. Walau tak bisa aku pungkiri aku sangat senang saat
Sasuke bilang dia hanya tertarik dengan Shion karena mereka satu kelompok saat
pelajaran bahasa inggris. Tidak ada rasa special seperti suka atau cinta.
Terus
dan terus ku pendam perasaan ini hingga akhirnya kami naik ke kelas 3. Kami
pisah kelas. Tapi hubungan kami masih cukup dekat. Malah sangat dekat
sampai-sampai di sekolah muncul rumor kalau kami pacaran. Aku sedikit terganggu
dengan rumor itu. Bagaimana kalau Sasuke merasa risih dan menjauhiku.
Pertanyaan itu muncul dibenakku. Tapi saat ku lihat Sasuke tidak terganggu sedikitpun
dan dia bilang tak masalah, entah kenapa muncul harapan bahwa Sasuke juga
mencintaiku.
Tapi
sepertinya hanya harapan yang kubuat sendiri. Buktinya sampai kami lulus pun
hubungan kami hanya tetap begini, sepasang sahabat. Aku tak mau egois dan membiarkan
semuanya mengalir saja. Yang penting aku dapat berada disampingnya sampai hari
kelulusan tiba.
Flashback
“ne ne
Sasuke-kun~ kau melanjutkan kemana? Pasti Konoha Senior High School kan?” aku
bertanya pada Sasuke-kun.
Tapi
tanpa bertanya aku pun tau. Pasti di sekolah itu. Karena sekolah itu
satu-satunya Senior High School negeri yang memiliki masa depan bagus. Kami
bisa bersama sampai 3 tahun lagi.
“….” Entah kenapa Sasuke hanya diam.
“Sasuke-kun?” aku khawatir. Jangan-jangan…..
“Tidak Sakura. Aku melanjutkan di Suna Senior High
School. Karena disana untuk masalah manajemen bisnis sudah sangat diakui” jawab
Sasuke-kun.
“a-a jadi kita berpisah?” tanyaku. Sungguh sangat susah
rasanya menahan tangis seperti ini.
Sasuke
menepuk kepala ku dan mengusapnya lembut.
“Kau
ini seperti hidup dijaman purba saja. Kita kan bisa sms atau telepon. Aku janji
akan membalas setiap sms darimu” ucapnya meyakinkanku.
“Hehe
ne ne Sasuke rambut pantat ayam” ujarku sambil menjulurkan lidahku.
“Ck!
Dasar kau ini” balasnya sambil menyentil dahiku.
“YA!
Sakit tauuu!!” teriakku padanya yang berlalu begitu saja.
Seperti janjinya hampir setiap hari kami sms dan telepon.
Ya hampir setiap malam kami saling berbagi kabar. Sampai sms darinya yang
membuatku mendadak merasakan perih dihati. Pesan bahwa dia sedang menyukai
seseorang dari kelasnya. Seseorang yang menurutnya sangat manis, pintar dan
feminism. Dan aku sangat bersyukur bahwa kami tidak sedang bertatap muka.
Karena saat ini aku sedang menangis. Menangis seorang diri. Kenapa? Kenapa kau
tidak bisa melihat aku yang selalu bersamamu?
Sejak Sasuke bilang dia tertarik dengan gadis itu. Dia
mulai jarang mengirim pesan padaku. Bahkan pesanku pun tak pernah dibalas.
Lihat kan? Kau sungguh mudah melupakan janjimu padaku Sasuke. Apa aku memang
tidak begitu berarti?
Aku mencoba berpikir positif. Mungkin Sasuke sibuk dengan
sekolahnya. Karena bagaimanapun juga Sasuke termasuk siswa yang aktif
berorganisasi dan pintar. Walau sifatnya dingin tapi dia memang aktif sekali berorganisasi,
entah bagaimana aku tak tau.
Satu bulan sudah tak ada pesan darinya. Yang mengejutkan
dia sering aktif di media social. Kenapa Sasuke? Kenapa tak mau membalas
pesanku? Kenapa tak menghubungiku?
Aku ingin sekali membunuh perasaan ini. Aku yakin Sasuke
memiliki kekasih makanya dia tidak menghubungi atau mengabariku lagi. Tak mau
kekasihnya cemas dan cemburu mungkin. Tapi semakin kau menghilang, semakin aku
merindukanmu Sasuke. Apa kau tak khawatir padaku? Apa kau tak mencemaskanku?
Haha menyedihkan sekali kau Sakura. Memaki diri sendiri yang hanya ku lakukan
sekarang ini.
Kehadirannya pada hidupku ini sungguh penting. Entah
kenapa cintaku tak pernah dapat hilang. Sekalipun aku tau hanya aku yang
terluka disini. Sekalipun aku tau cintamu bukan untukku.
Perlahan-lahan aku mulai mencoba membiasakan hidup tanpa
bayangmu. Mencari kesibukan dengan mengikuti beberapa ekskul. Mulai berteman
dengan beberapa otaku juga haha. Kupaksakan hatiku untuk melupakannya walau ku
akui tidak mungkin. Aku tidak tau kenapa aku terlalu terpaku padanya? Kenapa
hatiku seolah-olah hanya untuknya?
Semua kujalani dengan normal. Ya mungkin bagi perempuan
lain hidupku tidak normal. Kalian tanya kenapa? Karena teman-teman ku mulai
banyak yang memiliki kekasih dan kehidupan cinta yang menyenangkan saat Senior
High School. Dan aku disini masih dengan hati yang terikat kepada satu orang.
Lelaki yang membuat hidupku berwarna tapi juga hitam.
Bukannya tidak ada lelaki yang meminta aku menjadi
pacarnya. Ada beberapa bahkan menurut teman perempuanku aku cukup menarik untuk
laki-laki. Aku ini terlalu buta akan bayang seseorang dimasa lalu tanpa
menyadari disekelilingku banyak lelaki yang ingin menjadikanku kekasihnya.
Contohnya saja Rei Gaara, ketua kelas dikelasku dan Akasuna Sasori, senpaiku di
ekskul.
Banyak temanku yang mengataiku bodoh karena menolak
permintaan mereka untuk menjadi kekasih mereka. Aku hanya tidak mau membohongi
dan melukai mereka bahwa kenyataannya hatiku sudah terikat untuk orang lain.
Sampai akhir kelulusan di Senior High School, Sasuke tak
mengabariku. Tadinya aku pikir dia melupakanku. Sampai pesan itu datang. Sebuah
pesan singkat yang menyuruhku bertemu dengannya besok. Dan dia akan menjemputku
dirumah. Senang, bahagia dan banyak lagi emosi yang tak tergambarkan. Akhirnya
Sasuke, akhirnya kau menghubungiku.
Hari itu tiba dan aku bertemu dengannya. Cinta pertamaku
sekaligus sahabatku. 3 tahun tak bertemu dengannya cukup membuatku bingung saat
pertama kali melihatnya lagi. Sejak kapan Sasuke setinggi itu? Sejak kapan
Sasuke bisa sekeren ini?
Banyak pertanyaan yang hinggap dipikiranku. Tanpa sadar
aku memasang wajah sendu. Sasuke, 3 tahun kita tak bertemu. Hampir 3 tahun kau
tak mengabariku. Kenapa rasa cinta ini masih sebesar dulu?
“Sakura?” Sasuke memanggilku.
“ne Sasuke-kun lama tak bertemu” kupaksakan senyum
didepanmu.
Dan
kecanggungan pun terasa disekitar kami. Tak ada yang memulai percakapan.
Padahal banyak sekali yang ingin kukatakan padamu Sasuke-kun. Banyak yang ingin
aku tanyakan padamu. Bagaimana kabarmu? Bagaimana nilai sekolahmu? Apakah kau
selalu menjadi juara umum lagi? Bagaimana kegiatan ekskul mu? Bagaimana
kehidupan sekolahmu? Dan bagaimana dengan kisah cintamu? Dan aku hanya bisa
tertawa miris dalam hati. Sepertinya kisah cinta Sasuke tak seburuk kisah
cintaku haha.
“Ehm
ayo kita berangkat sekarang… acaranya mungkin sudah dimulai” ujar Sasuke.
“N-ne
Sasuke-kun. Kira-kira universitas apa saja ya yang ada dipameran nanti?” ucapku
untuk menghilangkan kecanggungan ini.
“Lihat
saja nanti. Dan pegangan yang erat Sakura!” ucap Sasuke saat aku menaiki motor
yang ia kendarai.
“e-eh
begini saja cukup kan?” kataku sambil memegang jaket yang ia kenakan.
“Ck!
Itu bukan pegangan Sakura nanti kau jatuh!” jawab Sasuke galak sambil
melingkarkan tanganku di pinggangnya.
Oh kami-sama. Sasuke tak tau kah kau efek dari
perbuatanmu? Jantungku berpacu berkali-kali lipat. Ku mohon jangan sampai
Sasuke mendengar suara jantungku.
Saat kami tiba di pameran itu Sasuke langsung menggenggam
tanganku. Oh tuhan rasanya aku ingin mati sekarang juga. Tapi aku tak mau
berharap lebih. Takut akan mengalami rasa sakit itu lagi.
Sasuke yang perhatian, Sasuke yang baik dan Sasuke yang
selalu tersenyum padaku. Sasuke yang dulu kembali padaku. Betapa hatiku sangat
senang. Ingin sekali aku kembali berharap kalau Sasuke memang benar-benar
mencintaiku.
Apalagi saat bertemu dengan teman-teman dari sekolahnya.
Dia tetap tidak segan saat mengenalkanku pada mereka sambil memegang tanganku.
Sungguh rasanya aku berpikir bahwa penantianku tidak sia-sia. Perhatiannya yang
tetap ditujukan padaku walau saat bersama teman-temannya sungguh membuatku
seperti melayang.
Tanpa ku sadari tujuannya melakukan itu dan mengajakku
sangat membuatku terluka. Kenapa? Karena diantara teman-temannya ada perempuan
itu. Perempuan yang disukainya. Walau dia tak mengucapkannya, aku tau. Bahwa
kehadiranku dan perhatiannya hanya untuk membuat perempuan itu cemburu. Sasuke
hanya ingin melihat apakah perempuan itu juga menyukainya.
Jahat kau Sasuke. Apa aku begitu lihai menyembunyikan
perasaanku padamu sehingga kau tak menyadarinya sama sekali? Atau kau yang
begitu buta akan perasaanku? Atau kau berpura-pura bodoh tak mengetahuinya? Dan
pada malam harinya aku hanya bisa menangisi kebodohanku karena tetap mencintaimu.
Flashback
END
Dan pada hari itu adalah hari terakhir aku menemuinya.
Sejak saat itu kami hanya berhubungan lewat media social. Aku sudah cukup lelah
menantinya. Dia bertanya dan aku hanya menjawab seadanya. Walau ku akui cinta
ini masih ada untuknya. Aku tak tau pasti kapan aku bisa melupakannya. Cinta
ini cinta tanpa akhir.
Aku sekarang semester 7 fakultas kedokteran. Dan sekarang
aku dibuat heran dengan perubahan drastis Sasuke. Sasuke menjadi lebih dingin.
Bahkan sangat dingin padaku. Dari awal aku tak pernah mendapat perlakuan
seperti ini darinya. Tapi sekarang aku mungkin tak berarti bagi dirinya.
Sahabat? Jangan membuatku tertawa. Bahkan dengan jelas dimenjawab bahwa aku
temannya saat aku bertanya kenapa kau dingin padaku? Apa aku orang lain bagimu?
Padahal dulu pasti kau selalu menjawab ‘Kau sahabatku bodoh’
Haha ironis ya? Jangankan berharap dia menyukaiku. Bahkan
dihidupnya arti diriku turun menjadi hanya teman bukan lagi sahabat. Sebenarnya
apa salahku Sasuke? Kenapa kau seperti orang lain?
Berkali-kali kuyakinkan hatiku bahwa Sasuke berubah. Dia
bukan Sasuke yang kau cintai dulu. Tapi tetap saja cinta ini tak mau berhenti
dan seperti sebuah virus. Cinta ini tumbuh subur dihatiku. Tak pernah mau layu.
Tak pernah mau menghilang. Benar-benar cinta tanpa akhir bukan?
A/N :
Haloo minna-san sekali
lagi terima kasih telah membaca fic yang telah saya buat ini. Saya menerima
kritik dan saran yang membangun kok. Sekali lagi terima kasih dan jangan lupa
meninggalkan jejak berupa review ya. Arigatou gozaimasu~ jaa na~ J
0 komentar: