Fanfiction
Pairing
: Suho x Park Hyojin / Suho x Taeyeon
Author
: Riciella Phantomhive
Warning
: Ini kisah hanya berdasarkan khayalan semata… author hanya meminjam nama
mereka untuk dijadikan fanfic…
Don’t
Like Don’t Read
J
Pernah kehilangan
sesuatu lalu menyesalinya?
Apa yang kau rasakan
waktu itu?
Apa yang telah kau
hilangkan?
Apa yang membuatmu
kehilangan itu?
Aku pernah…
Kehilangan seseorang
yang kusayang…
Orang yang selalu ku
jaga sepenuh hatiku sejak tiga tahun lalu…
Orang yang sampai
sekarang tetap ku cintai…
Aku Park Hyojin. Ulzzang
berdarah campuran Korea dan Jepang. Sekarang aku sedang memiliki hubungan
dengan seseorang. Orang yang sungguh terkenal kekeke. Salah satu member boyband
terkenal. Kim Junmyun aka Suho leader boyband Exo. Kekasih ku tampan kan?
Kami telah menjalin
hubungan selama 3 tahun lamanya. Hubungan kami juga manis hehe. Dia orang yang
sangat menyayangiku dan memperhatikanku. Selama tiga tahun ini banyak sekali
kenangan yang indah. Ada juga sedikit percekcokan, tpi semuanya tertutup dengan
begitu banyak kenangan yang indah.
Saat setiap pagi dia
membangunkanku dan mengecup kening juga bibirku. Memberiku hadiah pagi berupa
boneka yang lucu-lucu kadang beberapa tangkai bunga. Saat sikap
overprotectivenya muncul jika aku dekat dengan lelaki lain. Apalagi jika
berhubungan dengan Park Tae Jun kekeke. Sikap overprotectivenya sungguh
menggemaskan.
Awal berhubungan
dengannya, aku sempat ragu. Karena semua orang tau dirinya. Dia sungguh sangat
terkenal. Dan kupikir, aku bukan apa-apa bila harus berdampingan dengannya. Tapi,
dia memilihku. Memilihku dari sekian juta banyaknya perempuan diluar sana yang dengan
senang hati bertekuk lutut untuk dicintainya.
Saat itu aku sangat
tersanjung sekaligus bahagia. Semuanya berjalan lancer, sangat lancer sampai
hampir satu bulan hubungan kami. Dan aku sedikit sibuk dengan urusan masuk
universitas kira-kira tiga hari. Aku melihatnya, melihatnya sendiri dengan mata
kepalaku. Dia bermesraan dengan wanita lain.
Sedih, kesal, kecewa, marah
entah berapa banyak emosi yang ada dihatiku. Dia meminta maaf, dia menyesal. Dia
menceritakan masa lalunya yang memang suka ‘bermain’ seperti itu. Aku kaget,
karena memang saat itu aku masih belum pernah disentuh atau menyentuh siapapun.
Kecewa memang tapi kita tidak boleh memandang seseorang dari masa lalu nya kan?
Aku memberinya kesempatan… dia berjanji akan berubah. Karena dia bilang, dia
sekarang mempunyai diriku, mencintai diriku.
Kisah kami semenjak
hari itu semakin bahagia. Kami mulai tinggal bersama. Berbagi kasih, berbagi
kehangatan hehe. Cinta kami semakin kuat semakin hari. Aku semakin
mencintainya, dan tak pernah terpikir aku akan meninggalkannya.
Tapi rintangan
percintaan kami memang selalu saja ada. Kali ini, masalah pengakuan cinta dari
mantannya, Ailee. Aku sempat panik. Karena ini bukan sembarang pengakuan cinta.
Ini dari mantannya loh, Ailee lagi. Orang yang sempat hadir dihidupnya. Tapi dengan
penuh keyakinan dia meyakinkanku bahwa hanya aku sekarang dan selamanya ada
dihidupnya. Hehe siapa yang tidak luluh coba?
Selama ini aku selalu
menganggap bahwa diriku adalah perempuan yang paling beruntung. Disayangi,
dimanja dan dicintai oleh lelaki sepertinya.
Aku tak pernah malu
bermanjaan dengannya. Karena bagiku, jika aku sayang dengan seseorang maka aku
akan bermanjaan terus dengannya hehe. Usapan tangannya dikepala ku, kecupan selamat
pagi dan selamat tidur, pelukannya yang nyaman dan menghangatkan.
Berbulan-bulan, 2 tahun
akhirnya kami lewati. Hampir menjelang tahun ketiga ada lagi konflik yang
mendatangi hubungan kami. Kehidupan kami yang sama-sama sangat sibuk, membuat
kami agak memiliki jarak. Walau begitu tak pernah terpikir olehku kalau dia
akan bermain dibelakangku.
Sekitar 5 bulan sebelum
anniv ketiga kami. Seseorang memberitahukan kalau Suho bermesraan dengan wanita
lain. Aku tidak pernah percaya dengan omongan orang. Tidak pernah, apalagi
kalau mengatakan Suho begini dan begitu. Sampai aku melihat buktinya, Suho
bermesraan dengan perempuan lain. Mereka cium pipi, bergandengan tangan dan
wanita itu duduk dipangkuan Suho.
Sungguh… seketika itu
aku langsung memergoki mereka. Wanita itu kaget, dia tidak tau sama sekali
kalau Suho memiliki kekasih. Aku marah, aku mengamuk dan kalimat itu keluar
dari mulutku. Kita putus… kalimat yang mengakhiri semuanya…
Aku bercerita ke
orang-orang terdekatku. Aku menangis, aku terpuruk.aku mencintainya. Sungguh mencintainya.
Aku tau masa lalunya, tapi kukira sejak bersamaku dia berubah.
Dia mencariku, mengejarku
dan memohon padaku. Meminta maaf dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Aku mendengarkan
penjelasannya. Aku menerima permohonan maafnya. Dan kami kembali menjalani
kisah cinta kami.
Aku berpura-pura tuli. Tak
mendengar apa kata teman terdekatku. Yang hanya perlu aku tau, aku mencintainya
dan dia mencintaiku. Itu saja, cukup.
Sampai perayaan ketiga
hubungan kami. Semua berjalan normal. Kami yang masih memadu kasih, saling
menyayangi.
Sampai hari ini,
tanggal 30 oktober… hubungan kami berakhir.
Semua bermula dari
kegiatan pemotretan ku yang menumpuk. Satu bulan kami masih berkomunikasi. Dua bulan,
hanya mungkin seminggu sekali kami berkomunikasi. Sampai akhirnya 3 bulan kami
benar-benar kehilangan komunikasi.
Aku naïf memang. Aku berpikir,
dia mengerti. Dia menyayangiku dan mencintaiku. Karena saat dia sibuk atau
pergi, aku tak pernah terpikirkan untuk mengkhianatinya.
Sampai penyesalan pun
datang. Dua minggu sebelum tanggal 30 oktober ini… dia memiliki kekasih yang
lain. Taeyeon… perempuan yang satu agency dengannya. Sunbaenya di agency itu.
Aku selalu tau bahwa
mereka dekat. Cukup dekat… karena saat kami masih sepasang kekasih, aku selalu
melihat mereka saling bertukar pesan. Waktu itu aku pernah ingin menegurnya karena
cemburu… tapi ku urungkan niatku karena setauku dia menganggap Taeyeon
saudaranya sama seperti perempuan lain yang lumayan ku kenal karena mereka amat
dekat.
Ketika aku membuka
twitter dan melihat mention mereka… tiba-tiba kakiku lumpuh… aku lemas… otakku
seperti tiba-tiba kosong… aku tak mengerti… aku sungguh tak mengerti… kenapa
dia setega itu? Kenapa aku sebodoh ini?
Karena rasa penasaranku
akhirnya aku menghubunginya… menghubunginya setelah komunikasi terakhir kami
tanggal 16 oktober…
Dia meniyakan, dia
meminta maaf, dia menyesal… sungguh duniaku hancur seketika… apa yang salah
dari pemikiranku akan pacaran? Bagiku saling memiliki perasaan menyayangi dan
mencintai lalu mengerti perasaan satu sama lain cukup. Baginya tidak, saling
menampilkan kemesraan di publik, saling bersama setiap saat, selalu menemaninya
menjadi poin utama.
Hatiku miris, selama
tiga tahun aku menemaninya tidak cukupkah? Selama tiga tahun aku disampingnya
tidak cukupkah?
Dan sungguh… hubungan
ini berakhir… bukan karena aku benci, marah atau sakit hati karena
pengkhianatannya… bukan pula karena aku tidak mencintainya… kalau kalian tanya
sekarang apa aku mencintainya atau tidak… dengan lantang aku menjawab aku mencintainya…
katakanlah aku masochist… tapi itu perasaanku… kami berakhir… karena
kebodohanku yang meninggalkannya, mengacuhkannya, melupakannya… sampai pada
batas rasa cintanya kepadaku hilang…
Sekarang aku hanya bisa
tersenyum melihat kebahagiaannya bersama perempuan lain… dan menangisi
kebodohanku… well penyesalan selalu dibelakang kan? Semoga kau selalu bahagia
wahai kekasih hatiku… aku akan selalu mencintaimu… selamanya… aku berani
mengatakan itu… dan aku bersumpah perasaanku tak akan pernah berubah…
0 komentar: