Penyesalan | Fanfiction |

Posted by : Rie
Sabtu, 31 Oktober 2015

Fanfiction
Pairing : Suho x Park Hyojin / Suho x Taeyeon
Author : Riciella Phantomhive
Warning : Ini kisah hanya berdasarkan khayalan semata… author hanya meminjam nama mereka untuk dijadikan fanfic…
Don’t Like Don’t Read
J

Pernah kehilangan sesuatu lalu menyesalinya?
Apa yang kau rasakan waktu itu?
Apa yang telah kau hilangkan?
Apa yang membuatmu kehilangan itu?

Aku pernah…
Kehilangan seseorang yang kusayang…
Orang yang selalu ku jaga sepenuh hatiku sejak tiga tahun lalu…
Orang yang sampai sekarang tetap ku cintai…

Aku Park Hyojin. Ulzzang berdarah campuran Korea dan Jepang. Sekarang aku sedang memiliki hubungan dengan seseorang. Orang yang sungguh terkenal kekeke. Salah satu member boyband terkenal. Kim Junmyun aka Suho leader boyband Exo. Kekasih ku tampan kan?
Kami telah menjalin hubungan selama 3 tahun lamanya. Hubungan kami juga manis hehe. Dia orang yang sangat menyayangiku dan memperhatikanku. Selama tiga tahun ini banyak sekali kenangan yang indah. Ada juga sedikit percekcokan, tpi semuanya tertutup dengan begitu banyak kenangan yang indah.
Saat setiap pagi dia membangunkanku dan mengecup kening juga bibirku. Memberiku hadiah pagi berupa boneka yang lucu-lucu kadang beberapa tangkai bunga. Saat sikap overprotectivenya muncul jika aku dekat dengan lelaki lain. Apalagi jika berhubungan dengan Park Tae Jun kekeke. Sikap overprotectivenya sungguh menggemaskan.
Awal berhubungan dengannya, aku sempat ragu. Karena semua orang tau dirinya. Dia sungguh sangat terkenal. Dan kupikir, aku bukan apa-apa bila harus berdampingan dengannya. Tapi, dia memilihku. Memilihku dari sekian juta banyaknya perempuan diluar sana yang dengan senang hati bertekuk lutut untuk dicintainya.
Saat itu aku sangat tersanjung sekaligus bahagia. Semuanya berjalan lancer, sangat lancer sampai hampir satu bulan hubungan kami. Dan aku sedikit sibuk dengan urusan masuk universitas kira-kira tiga hari. Aku melihatnya, melihatnya sendiri dengan mata kepalaku. Dia bermesraan dengan wanita lain.
Sedih, kesal, kecewa, marah entah berapa banyak emosi yang ada dihatiku. Dia meminta maaf, dia menyesal. Dia menceritakan masa lalunya yang memang suka ‘bermain’ seperti itu. Aku kaget, karena memang saat itu aku masih belum pernah disentuh atau menyentuh siapapun. Kecewa memang tapi kita tidak boleh memandang seseorang dari masa lalu nya kan? Aku memberinya kesempatan… dia berjanji akan berubah. Karena dia bilang, dia sekarang mempunyai diriku, mencintai diriku.
Kisah kami semenjak hari itu semakin bahagia. Kami mulai tinggal bersama. Berbagi kasih, berbagi kehangatan hehe. Cinta kami semakin kuat semakin hari. Aku semakin mencintainya, dan tak pernah terpikir aku akan meninggalkannya.
Tapi rintangan percintaan kami memang selalu saja ada. Kali ini, masalah pengakuan cinta dari mantannya, Ailee. Aku sempat panik. Karena ini bukan sembarang pengakuan cinta. Ini dari mantannya loh, Ailee lagi. Orang yang sempat hadir dihidupnya. Tapi dengan penuh keyakinan dia meyakinkanku bahwa hanya aku sekarang dan selamanya ada dihidupnya. Hehe siapa yang tidak luluh coba?
Selama ini aku selalu menganggap bahwa diriku adalah perempuan yang paling beruntung. Disayangi, dimanja dan dicintai oleh lelaki sepertinya.
Aku tak pernah malu bermanjaan dengannya. Karena bagiku, jika aku sayang dengan seseorang maka aku akan bermanjaan terus dengannya hehe. Usapan tangannya dikepala ku, kecupan selamat pagi dan selamat tidur, pelukannya yang nyaman dan menghangatkan.
Berbulan-bulan, 2 tahun akhirnya kami lewati. Hampir menjelang tahun ketiga ada lagi konflik yang mendatangi hubungan kami. Kehidupan kami yang sama-sama sangat sibuk, membuat kami agak memiliki jarak. Walau begitu tak pernah terpikir olehku kalau dia akan bermain dibelakangku.
Sekitar 5 bulan sebelum anniv ketiga kami. Seseorang memberitahukan kalau Suho bermesraan dengan wanita lain. Aku tidak pernah percaya dengan omongan orang. Tidak pernah, apalagi kalau mengatakan Suho begini dan begitu. Sampai aku melihat buktinya, Suho bermesraan dengan perempuan lain. Mereka cium pipi, bergandengan tangan dan wanita itu duduk dipangkuan Suho.
Sungguh… seketika itu aku langsung memergoki mereka. Wanita itu kaget, dia tidak tau sama sekali kalau Suho memiliki kekasih. Aku marah, aku mengamuk dan kalimat itu keluar dari mulutku. Kita putus… kalimat yang mengakhiri semuanya…
Aku bercerita ke orang-orang terdekatku. Aku menangis, aku terpuruk.aku mencintainya. Sungguh mencintainya. Aku tau masa lalunya, tapi kukira sejak bersamaku dia berubah.
Dia mencariku, mengejarku dan memohon padaku. Meminta maaf dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Aku mendengarkan penjelasannya. Aku menerima permohonan maafnya. Dan kami kembali menjalani kisah cinta kami.
Aku berpura-pura tuli. Tak mendengar apa kata teman terdekatku. Yang hanya perlu aku tau, aku mencintainya dan dia mencintaiku. Itu saja, cukup.
Sampai perayaan ketiga hubungan kami. Semua berjalan normal. Kami yang masih memadu kasih, saling menyayangi.

Sampai hari ini, tanggal 30 oktober… hubungan kami berakhir.

Semua bermula dari kegiatan pemotretan ku yang menumpuk. Satu bulan kami masih berkomunikasi. Dua bulan, hanya mungkin seminggu sekali kami berkomunikasi. Sampai akhirnya 3 bulan kami benar-benar kehilangan komunikasi.
Aku naïf memang. Aku berpikir, dia mengerti. Dia menyayangiku dan mencintaiku. Karena saat dia sibuk atau pergi, aku tak pernah terpikirkan untuk mengkhianatinya.
Sampai penyesalan pun datang. Dua minggu sebelum tanggal 30 oktober ini… dia memiliki kekasih yang lain. Taeyeon… perempuan yang satu agency dengannya. Sunbaenya di agency itu.
Aku selalu tau bahwa mereka dekat. Cukup dekat… karena saat kami masih sepasang kekasih, aku selalu melihat mereka saling bertukar pesan. Waktu itu aku pernah ingin menegurnya karena cemburu… tapi ku urungkan niatku karena setauku dia menganggap Taeyeon saudaranya sama seperti perempuan lain yang lumayan ku kenal karena mereka amat dekat.
Ketika aku membuka twitter dan melihat mention mereka… tiba-tiba kakiku lumpuh… aku lemas… otakku seperti tiba-tiba kosong… aku tak mengerti… aku sungguh tak mengerti… kenapa dia setega itu? Kenapa aku sebodoh ini?
Karena rasa penasaranku akhirnya aku menghubunginya… menghubunginya setelah komunikasi terakhir kami tanggal 16 oktober…
Dia meniyakan, dia meminta maaf, dia menyesal… sungguh duniaku hancur seketika… apa yang salah dari pemikiranku akan pacaran? Bagiku saling memiliki perasaan menyayangi dan mencintai lalu mengerti perasaan satu sama lain cukup. Baginya tidak, saling menampilkan kemesraan di publik, saling bersama setiap saat, selalu menemaninya menjadi poin utama.
Hatiku miris, selama tiga tahun aku menemaninya tidak cukupkah? Selama tiga tahun aku disampingnya tidak cukupkah?
Dan sungguh… hubungan ini berakhir… bukan karena aku benci, marah atau sakit hati karena pengkhianatannya… bukan pula karena aku tidak mencintainya… kalau kalian tanya sekarang apa aku mencintainya atau tidak… dengan lantang aku menjawab aku mencintainya… katakanlah aku masochist… tapi itu perasaanku… kami berakhir… karena kebodohanku yang meninggalkannya, mengacuhkannya, melupakannya… sampai pada batas rasa cintanya kepadaku hilang…
Sekarang aku hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaannya bersama perempuan lain… dan menangisi kebodohanku… well penyesalan selalu dibelakang kan? Semoga kau selalu bahagia wahai kekasih hatiku… aku akan selalu mencintaimu… selamanya… aku berani mengatakan itu… dan aku bersumpah perasaanku tak akan pernah berubah…


0 komentar:

Copyright © 2012 A Case of Identity | Another Theme | Designed by Johanes DJ